Busana Muslimah

Busana Muslimah, Cocok Untuk Yang Muda dan Bergaya

Kaos Murah

Kaos Murah, Keren dan Gaul

Jaket

Jaket Murah, Keren dan Gaul

Jilbab

Jilbab Murah dan Keren

Kaos

Kaos Dakwah Islami

Kaos

Kaos Dakwah Islami Keren

Kaos

Kaos Bisnis Sukses Tanpa Riba

Kaos Dakwah Islami

Katakan Tidak Pada Riba

Sabtu, 13 Januari 2018

PERJALANAN TERJAUH DAN TERBERAT

```Untukmu anakku,"Tahukah kamu nak?" Perjalan terjauh dan terberat bg seorang lelaki adalah perjalanan ke masjid.```
```Sebab bnyk orang kaya tdk sanggub mengerjakannya.```
```Jgnkan sehari lima waktu, bahkan bnyk pula yg seminggu sekalipun terlupa.```
```Tidak jarang pula seumur hidup tdk pernah singgah kesana.```

*Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke masjid*

```Karena orang pintar dan pandaipun sering tdk mampu menemukannya, walaupun mereka mampu mencari ilmu hingga ke universitas eropa ataupun amerika.```
```Mudah melangkahkan kaki ke Mall, Diskotiq, Bar, Tempat rekreasi, dg semangat yg membara, kantong tebal namun ke masjid tetap sj perjalan yg tdk mampu mereka tempuh walaupun tanpa biaya.```

*Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke masjid.*

```Para pemuda yg kuat dan bertubuh sehat yg mampu menaklukkan puncak gunung bromo, merapi, jg para serdadu yg mampu mengatasi rintangan berat, mampu menaklukkan musuh pun``` _*sering mengeluh kalau di ajak ke masjid.*_
```Alasan mereka beragam, ada yg berkata, "sebentar lagi, ah! waktu masih panjang, msh ngantuk, ah!tdk nyaman di cap orang alim, dan berbagai macam alasan lainya.```

*Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalan ke masjid*

```Maka berbahagialah dirimu wahai anakku```
```Bila sejak kecil engkau telah terbiasa melangkahkan kaki ke masjid.
Karena bagi kami sejauh manapun engkau melangkahkan kaki tdk ada perjalanan yg paling kami banggakan selain``` _*perjalanan ke masjid*_

```Biar aku beri tahu rahasia kepadamu.```
```Sejatinya``` _*Perjalanan ke masjid adalah perjalanan untuk menjumpài Rabbmu.*_
```Itulah perjalanan yg di ajarkan oleh Nabimu serta perjalanan yg akan membedakanmu dg orang-orang yg lupa akan Rabbmu.```

*Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke masjid*

_*Maka lakukanlah walau engkau harus merangkak dalam gelap subuh demi mengenal Rabbmu.*_
🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸

Renungan utk diri sendiri.. 😔😔

Negara Dengan Sistem Pendidikan Terbaik Se-Dunia Ini, Akan Hapus Matematika, Fisika, dan Kimia Dari Kurikulum 2020

large_1380344784

Pernahkah ketika belajar dan mengingat rumus-rumus sulit tentang matematika atau kimia, Anda atau anak Anda dulu berpikir, :Buat apa mempelajari ini semua, toh nanti kalau sudah bekerja semua ini tidak akan terpakai?” Jika pernah, maka Anda termasuk banyak orang yang dulu pernah berpikir seperti itu. Dan Finlandia, negeri dengan sistem pendidikan terbaik di dunia akan menghapus mata pelajaran-mata pelajaran eksak dan spesialis seperti itu mulai tahun 2020.

Finlandia yang menjadi salah satu negara barometer pendidikan terkemuka di dunia bakal melakukan perombakan paling radikal dalam sistem pendidikan modern. Mulai tahun 2020, negara ini menghapus setahap demi setahap mata pelajaran individual seperti matematika, kimia, dan fisika. Sebagai gantinya, siswa diajarkan tentang topik-topik atau fenomena yang luas dan aktual sehingga tak ada lagi pertanyaan seperti “apa gunanya belajar mata pelajaran ini?”
Langkah revolusioner itu dilakukan berdasarkan uji coba sejak dua tahun lalu yang menghapus mata pelajaran individual untuk pelajar usia 16 tahun di Helsinki, ibu kota negara. Selain itu, 70 persen guru SMA di Helsinki dilatih dengan pendekatan baru tersebut. Hasil uji coba menunjukkan bahwa siswa merasa senang dan diuntungkan.
Richard Garner dari The Independent melaporkan bahwa output terukur dari murid telah membaik sejak sistem baru diperkenalkan. Cetak biru Kyllonen atau kurikulum pendidikan baru yang merujuk nama Marjo Kyllonen, Manajer Pendidikan Helsinki, akan dipublikasikan akhir bulan ini.  Kurikulum baru itu bakal diterapkan pada tahun 2020.
Para perencana menjelaskan ketimbang mengikuti satu jam pelajaran geografi dan satu jam pelajaran sejarah seperti saat ini, lebih baik siswa belajar tentang Uni Eropa selama dua jam. “Di dalamnya meliputi pelajaran bahasa, ekonomi, sejarah, dan geografi,” katanya.
Contoh lain, siswa sekolah kejuruan yang mempraktekkan sistem ‘pelayanan di kantin’ akan sekaligus belajar matematika, bahasa, dan keterampilan berkomunikasi. Meskipun siswa masih mempelajari semua teori-teori ilmiah yang penting, mereka akan mencari tahu apa yang mereka pelajari dengan menerapkannya yang sebenarnya terdengar cukup mengagumkan.
Pasi Silander, Manajer Pengembangan Helsinki yang memimpin proyek perubahan ini menekankan pentingnya pelajaran yang dapat membantu siswa memasuki dunia kerja. “Yang kami butuhkan sekarang adalah jenis pendidikan yang berbeda untuk mempersiapkan orang bekerja,” katanya.
Anak-anak muda masa kini sudah hebat menggunakan komputer. Pada masa lalu semua bank memiliki banyak pegawai yang menghitung angka secara manual tapi sekarang semuanya telah berubah. “Oleh karena itu kita harus membuat perubahan dalam pendidikan yang diperlukan untuk industri dan masyarakat modern,” katanya kepada Garner.
Sistem baru ini juga mendorong berbagai jenis pembelajaran, seperti memecahkan masalah dalam berinteraksi dan bersosialisasi di antara kelompok-kelompok yang lebih kecil untuk membantu mengembangkan keterampilan siswa untuk siap berkarier.
“Kita harus memikirkan dan merancang ulang sistem pendidikan sehingga dapat mempersiapkan anak-anak kita di masa depan dengan keterampilan yang diperlukan untuk hari ini dan esok,” kata Marjo Kyllonen. Menurut Marjo, ada sekolah yang mengajar dengan cara kuno yang berguna hanya untuk masa-masa di awal tahun 1900-an. Tetapi kebutuhan tidak sama, katanya, dan kita perlu sesuatu yang cocok untuk abad ke-21.
Memang, ada beberapa reaksi dari para guru yang menghabiskan seluruh kariernya dengan mengkhususkan diri dalam mata pelajaran tertentu. Namun cetak biru kurikulum baru ini menunjukkan bahwa guru dari berbagai latar belakang berbeda akan bekerja sama untuk menerapkan topik-topik dari kurikulum baru ini. Mereka juga akan menerima insentif dengan melakukan sinergi itu.
Finlandia diakui memiliki salah satu sistem pendidikan terbaik di dunia. Secara terus-menerus, negara ini berada pada peringkat atas PISA untuk mata pelajaran bergengsi seperti matematika, sains, dan membaca. Apakah perubahan radikal ini bakal membantu mereka untuk tetap mempertahankan posisi itu?

Sumber : Era Muslim

Rumus Sukses

Banyak orang mengatakan bahwa :

Rumus SUKSES (red: nasib baik) adalah pertemuan antara KESEMPATAN dan KESIAPAN..

S = O + P
S = sukses
O = opportunity
P = preparation

Kesempatan adalah faktor external yang sulit, atau mungkin tidak bisa kita kendalikan.
Kesiapan adalah faktor internal yang segala sesuatunya bisa kita kendalikan.

Jadi idealnya kita harus senantiasa mempersiapkan diri dari segala aspek yg merupakan faktor internal diri saya, sembari menunggu hadirnya kesempatan atau peluang sebagai faktor external.

Namun *"kesuksesan"* itu tidak serta merta menjadi tolok ukur kebahagiaan. Semakin "sukses" ternyata tidak semakin bahagia. Yang muncul justru keresahan dan kegelisahan yg terus mengikuti. Grafik kesuksesan berbanding terbalik terhadap grafik kebahagiaan & ketenangan batin.

Saya merasakan ada yg salah disini

Saat awal2 mulai usaha yang ada malah pikiran 'kemrungsung', kekhawatiran yang luar biasa, dan rasa was was yg terus menghantui.

*Sampai akhirnya saya menemukan ada yang salah dalam rumus itu*

Karena banyak orang melupakan peranan Tuhan disitu. Dan selama ini ternyata banyak juga para motivator, coach, trainer yang juga menghilangkan peran sang pencipta dalam segala goal, strategi, target, analisa dan seabrek kiat sukses dalam hidupnya. Yang terjadi justru index kesuksesan meningkat namun index kebahagiaan malah menurun.

Kemudian rumus itu saya rubah..

S = (O + P) x T
T = Taqwa (red: doa)

Kita sering lupa, bahwa semua yang terjadi karena ijin Alloh. Kita perlu menyadari dan meyakini, kesempatan yang kita tunggu gak akan pernah datang tanpa seijin Allah, dan segala kesiapan kita sebenarnya Allah lah yang akan siapkan semuanya.
Dengan melibatkan Alloh, kita mampu menentukan mana yang baik & buruk, benar & salah, haq & batil.

Sehingga dalam setiap jengkal menuju kesuksesan bisa kita yakini proses nya sudah benar. Bukan keburukan yang dibungkus kebaikan, kesalahan berwajah kebenaran dan kebatilan yg menyuarakan haq.

Ada sensasi keikhlasan, kepasrahan dan kenikmatan tersendiri dalam setiap prosesnya. Klo kita sadari banyak sekali surprise2Nya. Kita hanya perlu mengakui dan mensyukurinya. Dan Insya Alloh nasib kita akan selalu baik.

Saya membuat tulisan ini bukan berarti saya sudah baik, benar atau sukses.  Saya hanya sedang belajar menikmati prosesnya.


Salam Sukses dan Bahagia Selalu

Transaksi Aneh: Jual-Beli Abu Hanifah dengan Seorang Perempuan

Nu'man bin Tsabit bin Zuta bin Mahan at-Taymi atau lebih dikenal dengan sebutan Abu Hanifah suatu hari kedatangan seorang perempuan yang membawa pakaian sutra di tangannya. Perempuan ini berniat menjual kain mewah tersebut kepadanya.

"Berapa harganya," tanya Imam Abu Hanifah.

"Seratus dirham."

"Tidak. Nilai barang ini lebih dari seratus dirham."

Keruan saja si perempuan heran. Lazimnya pembeli selalu menawar barang dagangan dengan harga lebih murah. Tapi yang dilakukan ulama besar itu aneh.

Perempuan itu pun melipatgandaan harganya menjadi empat ratus dirham.

"Bagaimana bila barang itu lebih mahal lagi?"

"Anda bercanda?" Tanya perempuan tersebut tercengang.

"Datangkanlah seseorang untuk menaksir harganya!"

Ya. Perempuan itu akhirnya menghadirkan seorang laki-laki. Kata si laki-laki, "Pakaian sutra ini seharga lima ratus dirham."

Imam Abu Hanifah lantas membayarnya kontan dengan harga lima ratus dirham.

Ia paham, perempuan tersebut menjual sutra itu karena sedang sangat membutuhkan uang.

Kisah di atas tertuang dalam kitab Mausû’atul Akhlâq waz Zuhdi war Raqâiq (juz i) karya Yasir ‘Abdur Rahman dalam sub-bab ar-Rahmah bil Muhtâjîn (berkasih sayang kepada orang-orang yang membutuhkan).

Apa yang dilakukan Imam Abu Hanifah adalah di luar logika umum tentang untung-rugi dalam sudut pandang materi.

Beliau memberi contoh bahwa membeli sesuatu tak harus selalu berpikir bahwa kita mesti mendapat barang sebagus-bagusnya dengan harga semurah-murahnya.

Apalagi bila si pembeli tahu, penjual barang adalah orang yang membutuhkan pertolongan. Artinya, membeli juga bisa berarti membantu.

Teladan ini barangkali relevan dengan keadaan kita sekarang, di tengah gemarnya orang berbelanja di minimarket milik segelintir pemodal besar, ketimbang warung tetangga yang menjadi sumber nafkah dan pendidikan anak-anaknya.

Atau bersikerasnya orang menawar harga sayuran di pedagang kecil yang bernilai ribuan, namun di kesempatan lain menghabiskan ratusan ribu di restoran tanpa tawar-menawar atau merasa dirugikan.

Jumat, 12 Januari 2018

DIBAGI KEMANA UANGMU?

Dalam sebuah kajian seorang ustadz membahas kisah di masa lalu yang diceritakan dalam sebuah hadist. Ketika masa itu sedang terjadi kekeringan di sebuah negeri, tanah-tanah kering tidak turun hujan, tanaman mati kurang air, banyak pemilik lahan yang putus asa. Sampai satu ketika ada seseorang yang mendengar suara di langit, “siramilah ladang si fulan dengan hujan”
Dia mencari ladang tersebut, dan ketemu ladang yang subur, sedangkan kanan kirinya kekeringan. Hujan membahasi ladangnya, sementara di wilayah lainnya hujan tak kunjung datang. Karena penasaran dia bertanya kepada pemilik ladang, apa amalannya sehingga ALLAH berikan keistimewaan pada ladangnya ini..
Jawabnya luar biasa, “setiap hasil dari ladangku ini aku bagi tiga, sepertiga aku berikan kepada fakir miskin untuk mereka makan, sepertiga untuk makan aku dan keluargaku, sepertiga lagu untuk aku putar kembali sebagai modal menanam ladang ini. Sepanjang tahun ladangku subur tidak pernah kekeringan..”
Masya ALLAH
Masya ALLAH
Ini ilmu yang indah.. hidup sebagai muslim itu Habbluminallah (hubungan dengan Allah) dan Habbluminannas (Hubungan dengan sesama manusia) itu harus imbang.
Kalau engkau ingin ALLAH ridho pada hidupmu, pada usahamu, pada rejekimu, jangan jadi egois dan seragam ingin memiliki semua rejeki yang sudah ALLAH berikan. Ditumpuk-tumpuk seolah takut kelaparan, gak peduli dengan kesusahan tetangga sekitar.
Kita hidup di zaman yang serba hedonis, harta adalah simbol kesuksesan yang seolah-olah harus selalu dipamerkan. Apalagi di zaman sosial media merajalela, punya mobil baru harus ditunjukkan, liburan keluar negeri selalu diupdate-kan, umroh pun harus dilaporkan, semua yang bisa menimbulkan decak kagum dan memancing komentar harus dieksis-kan! Setiap ada yang memuji di kolom komentar, sungguh jadi sebuah kelezatan!
Kenapa banyak yang ladangnya kering kerontang di tengah rejeki Allah yang tersebar dimana-mana?
Soalnya yang dipakai ilmu hedonis produk kapitalis. Kalau gak nekat gak bakal punya, kalau gak utang hidup nelangsa..
Sehingga kalau dapat rejeki, dapat untung, dapat gaji, pembagiannya begini..
40% buat makan dan rumah tangga
20% bayar cicilan mobil
10% bayar cicilan motor
5% bayar cicilan HP
10% buat liburan dan traveling
10% buat nongkrong sama entertain
15% bayar arisan 3 tempat
20% buat invest ke MLM abal-abal cepet balik modal.
Laaah lebih dah lebih dari 100% mas!!!
Tenaaang!
Masih ada kartu kredit tinggal gesek..
Masih ada Kredit Tanpa Agunan
Masih ada duit kantor bisa ditilep dulu
Masih bisa pinjem sana-sini gadaikan harga diri..
Zakatnya berapa?
“Zakat apaan sih?”
Sedekahnya kapan?
“Sedekah mahluk apaan sih ituh?”
Ada anak yatim dan orang miskin lapar..
“Laaah itu kan urusan mereka sendiri, emang mereka orang-orang malas kok!”
Yayayaya!
Pantess... pantess kalau hidupnya gersang sepanjang tahun!
Pantess kalau dibangkrutkan Allah..
Pantess kalau jauh dari ridhonya Allah..
pantess kalau hidupnya gak pernah tenang selamanya..
Ambil kaca lagi, kita nilai diri kita sendiri..
Yang nulis inipun penuh dosa dan aibnya ditutupi Allah sehingga kalian masih mau membacanya..
Hidup hanya sekali..
diberi Allah rejeki jangan sampai lalai tak bisa jadi bekal ketika mati..
Wahai sungguh sayang sekali...

Senin, 08 Januari 2018

BISNIS AFILIASI PALING MENGUNTUNGKAN TAHUN 2018


Pada dasarnya bisnis afiliasi adalah penjualan berbasis komisi. Jadi ketika anda berhasil menjual produk, anda akan mendapatkan uang. Namun Anda tak perlu mengkhawatirkan mengenai stok produk, pengepakan, pengiriman, dan lain - lain. Hal ini dimungkinkan karena perusahaan yang memberikan kesempatan untuk afiliasi yang mengurusi itu semua, tugas anda adalah memasarkan produk-produk/layanannya saja. Mudah bukan?

Perusahaan yang melakukan afiliasi telah menyediakan website, penjelasan produk, foto produk, dan lain - lain. Anda akan diberikan link afiliasi, khusus untuk anda. Link inilah yang anda gunakan untuk memasarkan /mempromosikan produk mereka secara online, untuk mendatangkan pengunjung ke website perusahaan tersebut. Website afiliasi akan mencatat berdasarkan link afiliasi anda, berapa pengunjung yang datang dari link Anda, berapa yang membeli produk, dan dengan demikian setiap pembelian akan mendatangkan komisi untuk anda.

Pemasaran dengan afiliasi ini bisa dikatakan merupakan model bisnis online yang relatif mudah bagi pemula dan dapat mendatangkan *pasif income*. Yang dimaksudkan dengan pasif tentunya pemasukannya, karena sebagai pemasar anda tetap harus aktif mempromosikan.

Bagaimana mempromosikannya? Internet menyediakan banyak sarana untuk melakukan hal ini. *Ada yang gratis, ada yang berbayar.*

Untuk yang gratis, promosi bisa dilakukan via blog, facebook, twitter, kaskus, forum, milis, WA, telegram, line  dan lain - lain. Untuk yang berbayar, ada facebook ads, adwords, twitter buzz dan lain - lain. Apakah harus  menggunakan semuanya? Tidak juga. Tapi setidaknya salah satunya perlu anda kuasai. Bagi pemula pilih yang gratis saja.

Berminat memulainya

Klik :  http://bit.ly/2hFeO75

Ķatalog Lengkap klik : http://bit.ly/2AE7iUA

Selamat Mencoba Semoga Sukses

Minggu, 07 Januari 2018

JAUHKAN ANAKMU DARI KEMUDAHAN

(Rhenald Khasali)

Seorang mahasiswi mengeluh. Dari SD hingga lulus S-1, ia selalu juara. Namun kini, di program S-2, ia begitu kesulitan menghadapi dosennya yang menyepelekannya. Judul tesisnya selalu ditolak tanpa alasan yang jelas. Kalau jadwal bertemu dibatalkan sepihak oleh dosen, ia sulit menerimanya.

Sementara itu, teman-temannya, yang cepat selesai, jago mencari celah. Ia menduga, teman-temannya yang tak sepintar dirinya itu "ada main" dengan dosen-dosennya. "Karena mereka tak sepintar aku," ujarnya.

Banyak orangtua yang belum menyadari, di balik nilai-nilai tinggi yang dicapai anak-anaknya semasa sekolah, mereka menyandang persoalan besar: kesombongan dan ketidakmampuan menghadapi kesulitan. Bila hal ini saja tak bisa diatasi, maka masa depan ekonominya pun akan sulit.

Mungkin inilah yang perlu dilakukan orangtua dan kaum muda: belajar menghadapi realitas dunia orang dewasa, yaitu kesulitan dan rintangan.

Hadiah Orangtua

Psikolog Stanford University, Carol Dweck, yang menulis temuan dari eksperimennya dalam buku The New Psychology of Success, menulis, "Hadiah terpenting dan terindah dari orangtua pada anak-anaknya adalah tantangan".

Ya, tantangan. Apakah itu kesulitan-kesulitan hidup, rasa frustrasi dalam memecahkan masalah, sampai kegagalan "membuka pintu", jatuh bangun di usia muda. Ini berbeda dengan pandangan banyak orangtua yang cepat-cepat ingin mengambil masalah yang dihadapi anak-anaknya.

Kesulitan belajar mereka biasanya kita atasi dengan mendatangkan guru-guru les, atau bahkan menyuap sekolah dan guru-gurunya. Bahkan, tak sedikit pejabat mengambil alih tanggung jawab anak-anaknya ketika menghadapi proses hukum karena kelalaian mereka di jalan raya. Kesalahan mereka membuat kita resah. Masalah mereka adalah masalah kita, bukan milik mereka.

Termasuk di dalamnya adalah rasa bangga orangtua yang berlebihan ketika anak-anaknya mengalami kemudahan dalam belajar dibandingkan rekan-rekannya di sekolah.

Berkebalikan dengan pujian yang dibangga-banggakan, Dweck malah menganjurkan orangtua untuk mengucapkan kalimat seperti ini: "Maafkan Ibu telah membuat segala sesuatu terlalu gampang untukmu, Nak. Soal ini kurang menarik. Bagaimana kalau kita coba yang lebih menantang?"

Jadi, dari kecil, saran Dweck, anak-anak harus dibiasakan dibesarkan dalam alam yang menantang, bukan asal gampang atau digampangkan. Pujian boleh untuk menyemangati, bukan membuatnya selalu mudah.

Saya teringat masa-masa muda dan kanak-kanak saya yang hampir setiap saat menghadapi kesulitan dan tantangan. Kata reporter sebuah majalah, saya ini termasuk "bengal". Namun ibu saya bilang, saya kreatif. Kakak-kakak saya bilang saya bandel. Namun, otak saya bilang "selalu ada jalan keluar dari setiap kesulitan".

Begitu memasuki dunia dewasa, seorang anak akan melihat dunia yang jauh berbeda dengan masa kanak-kanak. Dunia orang dewasa, sejatinya, banyak keanehannya, tipu-tipunya. Hal gampang bisa dibuat menjadi sulit. Namun, otak saya selalu ingin membalikkannya.

Demikianlah, hal-hal sepele sering dibuat orang menjadi masalah besar. Banyak ilmuwan pintar, tetapi reaktif dan cepat tersinggung. Demikian pula kalau orang sudah senang, apa pun yang kita inginkan selalu bisa diberikan.

Panggung Orang Dewasa

Dunia orang dewasa itu adalah sebuah panggung besar dengan unfair treatment yang menyakitkan bagi mereka yang dibesarkan dalam kemudahan dan alam yang protektif.

Kemudahan-kemudahan yang didapat pada usia muda akan hilang begitu seseorang tamat SMU. Di dunia kerja, keadaan yang lebih menyakitkan akan mungkin lebih banyak lagi ditemui.

Fakta-fakta akan sangat mudah Anda temui bahwa tak semua orang, yang secara akademis hebat, mampu menjadi pejabat atau CEO. Jawabannya hanya satu: hidup seperti ini sungguh menantang.

Tantangan-tantangan itu tak boleh membuat seseorang cepat menyerah atau secara defensif menyatakan para pemenang itu "bodoh", tidak logis, tidak mengerti, dan lain sebagainya.

Berkata bahwa hanya kitalah orang yang pintar, yang paling mengerti, hanya akan menunjukkan ketidakberdayaan belaka. Dan pernyataan ini hanya keluar dari orang pintar yang miskin perspektif, dan kurang menghadapi ujian yang sesungguhnya.

Dalam banyak kesempatan, kita menyaksikan banyak orang-orang pintar menjadi tampak bodoh karena ia memang bodoh mengelola kesulitan. Ia hanya pandai berkelit atau ngoceh-ngoceh di belakang panggung, bersungut-sungut karena kini tak ada lagi orang dewasa yang mengambil alih kesulitan yang ia hadapi.

Di Universitas Indonesia, saya membentuk mahasiswa-mahasiswa saya agar berani menghadapi tantangan dengan cara satu orang pergi ke satu negara tanpa ditemani satu orang pun agar berani menghadapi kesulitan, kesasar, ketinggalan pesawat, atau kehabisan uang.

Namun lagi-lagi orangtua sering mengintervensi mereka dengan mencarikan travel agent, memberikan paket tur, uang jajan dalam jumlah besar, menitipkan perjalanan pada teman di luar negeri, menyediakan penginapan yang aman, dan lain sebagainya. Padahal, anak-anak itu hanya butuh satu kesempatan: bagaimana menghadapi kesulitan dengan caranya sendiri.

Hidup yang indah adalah hidup dalam alam sebenarnya, yaitu alam yang penuh tantangan.

Dan inilah esensi perekonomian abad ke-21: bergejolak, ketidakpastian, dan membuat manusia menghadapi ambiguitas. Namun dalam kondisi seperti itulah sesungguhnya manusia berpikir. Dan ketika kita berpikir, tampaklah pintu-pintu baru terbuka, saat pintu-pintu hafalan kita tertutup.

Jadi inilah yang mengakibatkan banyak sekali orang pintar sulit dalam menghadapi kesulitan.

Maka dari itu, pesan Carol Dweck, dari apa yang saya renungi, sebenarnya sederhana saja:
"Orangtua, jangan cepat-cepat merampas kesulitan yang dihadapi anak-anakmu."

"Sebaliknya, berilah mereka kesempatan untuk menghadapi tantangan dan kesulitan."
-

Jumat, 05 Januari 2018

Surat At-Taubah, ayat 23-24

  A'UUDZU BILLAHI MINASYSYAITHONIR ROJIIM

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا آباءَكُمْ وَإِخْوانَكُمْ أَوْلِياءَ إِنِ اسْتَحَبُّوا الْكُفْرَ عَلَى الْإِيمانِ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَأُولئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ (23) قُلْ إِنْ كانَ آباؤُكُمْ وَأَبْناؤُكُمْ وَإِخْوانُكُمْ وَأَزْواجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوالٌ اقْتَرَفْتُمُوها وَتِجارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسادَها وَمَساكِنُ تَرْضَوْنَها أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ وَاللَّهُ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفاسِقِينَ (24)

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian jadikan bapak-bapak dan saudara-saudara kalian pemimpin-pemimpin (kalian), jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa di antara kalian yang menjadikan mereka pemimpin-pemimpin, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. Katakanlah, "Jika bapak-bapak, anak-anak. saudara-saudara, istri-istri, kaum keluarga kalian, harta kekayaan yang kalian usahakan, perniagaan yang kalian khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kalian sukai, adalah lebih kalian cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (daripada)berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.

Allah Swt. memerintahkan kepada orang-orang yang beriman agar memiliki sikap yang berbeda dengan orang-orang kafir, sekalipun mereka adalah bapak-bapak dan anak-anaknya. Dan Allah melarang orang-orang mukmin menjadikan mereka sebagai pemimpin, jika mereka lebih menyukai kekafiran daripada keimanan. Allah Swt. mengancam orang mukmin yang berani melakukannya, seperti yang disebutkan oleh firman Allah Swt.:

{لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ أُولَئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الإِيمَانَ وَأَيَّدَهُمْ بِرُوحٍ مِنْهُ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأَنْهَارُ} الْآيَةَ

Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari-Nya. Dan dimasuk-kan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. (Al-Mujadilah: 22), hingga akhir ayat.

Al-Hafiz Al-Baihaqi telah meriwayatkan melalui hadis Abdullah ibnu Syaizab yang mengatakan bahwa ayah Abu Ubaidah ibnul Jarrah dalam Perang Badar menyebut-nyebut nama berhala-berhalanya kepada anaknya, lalu anaknya (yakni Abu Ubaidah) menjauh darinya. Tetapi setelah ayahnya banyak mengeluarkan darah dari luka-lukanya, Abu Ubaidah datang kepadanya dan membunuhnya. Maka Allah Swt. menurunkan ayat ini berkenaan dengan peristiwa tersebut, yaitu firman-Nya: Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya. (Al-Mujadilah: 22), hingga akhir ayat.

Kemudian Allah Swt. memerintahkan kepada Rasul-Nya mengancam orang yang lebih mementingkan keluarga, kerabat, dan sanak familinya daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya. Untuk itu, Allah Swt. berfirman:

(قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا)

Katakanlah, "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluarga kalian, harta kekayaan yang kalian usahakan. (At-Taubah: 24)

Maksudnya, harta benda yang merupakan hasil jerih payah kalian.

(وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا)

perniagaan yang kalian khawatirkan kerugiannya dan rumah-rumah tempat tinggal yang kalian sukai. (At-Taubah: 24)

Yakni rumah-rumah tempat tinggal yang kalian sukai karena keindahan dan kenyamanannya. Dengan kata lain, jika semuanya itu:

(أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا)

lebih kalian sukai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (daripada) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah  (At-Taubah: 24)

Yakni tunggulah apakah yang akan menimpa kalian dari siksaan dan pembalasan-Nya. Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan:

(حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ)

sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. (At-Taubah: 24)

 
p