Pada saat kita lahir , orang tua membuatkan kita kertas, yaitu akte lahir.
Kita besar mengejar pendidkan untuk memperoleh kertas yaitu ijazah.
Kita mencari pasangan hidup untuk memiliki buku nikah... Juga kertas.
Bekerja keras hanya untuk memperoleh uang, yang adalah kertas.
Paspor...kertas. Surat kepemilikan rumah...juga kertas.
Kehidupan kita layaknya hanya dikelilingi kertas-kertas.
Seiring waktu berlalu, semua dirobek. Kemudian dibuang dan dibakar.
Berapa banyak orang bersedih karena "kertas-kertas" yang dimilikinya. dan berapa banyak orang begitu bahagia dengan "kertas-kertas" yang dimilikinya.
Tetapi...
Ada 1 (satu) lembar kertas yang tidak mungkin dilihat oleh manusia itu sendiri yaitu, Akte kematian nya sendiri!
Manfaatkan kesempatan hidup sebaik-baiknya selagi masih bisa bernapas.
Isilah kertas kehidupan yang catatan nya tidak pernah kita lihat, yang dicatat olah Malaikat Allah dengan kebaikan.
Mulai dengan "MENSYUKURI APA YANG SUDAH KITA MILIKI".
Teruslah berbuat baik, berkata baik, memberi nasehat baik.
Teruslah berbagi dalam kebaikan meskipun tidak banyak orang yang bisa memahami kita.
Kebaikan akan membawa kebahagiaan. Kebahagiaan akan membawa berkah.
Keburukan akan membawa malapetaka. Malapetaka akan membawa penderitaan.
Mari jadikan sisa isian kertas kehidupan kita agar lebih dekat dan bergantung pada Allah.
Semoga bermanfaat.
(Terinspirasi dari Catatan kiriman sahabat).
Hermann von Helmholtz - Penggagas Konservasi Energi
-
[image: Hermann von Helmholtz]
*Hermann Ludwig *
*Ferdinand von Helmholtz*
*Lahir: *31 Agustus 1821 Potsdam, Kerajaan Prusia
*Meninggal: *8 September 1894...
7 tahun yang lalu







0 komentar:
Posting Komentar